Jumat, 01 Mei 2020

Absen Pagi Yuk!


Kelas Buah dan sayur:
Mangga Arumanis
Mangga Madu
Kelapa gading
Kelapa hijau
Kelapa merah kecil
Kelapa merah besar
Jambu air
Blimbing wuluh
Belimbing buah
Murbei
Talas lompong
Bawang hutan
Mlinjo
Daun suji
Uwi
Jeruk purut
Mengkudu
Sambiloto


Kelas tanaman hias end the geng:
Melati
Amarilis orens
Amarilis pink kalem yg daunnya ada baret putihnya itu lhoo
Lili hujan
Talas hias
Sri rejeki
Lidah mertua
Lidah menantu (sy gak tahu namanya, mirip lidah mertua tapi batiknya ijo semua, soalnya doi gak pernah bawa akte sih pas mendaftar😰)
Bunga kupu kupu
Moss rose
Puring
Bogenvile
Kenanga
Bonsai serut
Palm hijau
Sirih gading
Rumput jepang
Kamboja jepang
Lili paris
(Keren kan ada yang dari jepang sama paris dong..πŸ˜‹)

Banyak ya? Masih ada beberapa juga yang saya gak kenal, ada juga ya yang tumbuh liar tapi gak pernah di tebang atau di cabut. Dulu lebih banyak lagi, ada sirih biasa, sirih merah, serei, jambu biji, salak, Banyak yang sudah mati juga mau itu sengaja dimatikan atau kebawa banjir. Semuanya rata-rata yang ditanam Bapak. Trus Lemonnya mana? Pohon lemon yang di rumah mati kerendem banjir. Yang masih hidup ada di kebun. Nantilah kapan-kapan saya pindah ke halaman.

Pada penasaran seluas apa halamannya sampai pohon kelapa banyak rupa tumbuh? Ya luas enggaknya sesuatu akan terasa sempit kalau ada pembanding yang lebih kan? Soooo... Kira-kira aja sendiri.😳

Foto ini saya ambil tgl 3 Januari 2019. Tampak Bulek Yeti dan uwaklek Husen buat minyak kelapa. Ada juga Angsanya Ibu waktu masih tiga, dengan latar tembok keliling serta rumah gudang kayu rubuh waktu gempa. Ayamnya habis semua,  sebagian kabur sisanya dimakan biawak.



Murbei


Setelah belasan tahun, baru muncul buahnya

Masih mengkalπŸ˜‹

Belum matang, tapi tetap senang 😚

Udah ditebang baru ketahuan ada buahnya πŸ˜’

Persiapan batang yg distek

Padahal baru satu cabang yg dipangkas, tapi sudah ngos-ngosan 😰