Minggu, 21 Agustus 2022

Ghaib


Tanpa Judul

Anggi, nggak baik berandai-andai. Oke?

Masuk ya?! 

Ayolah..

Hey, kau tidak pernah sendirian kan?!

Ini bukan untuk membahagiakan siapa pun.

Tapi untuk bekal dirimu sendiri, di akhirat.

Bukan kah kau ingin cepat pulang pada Allah? 

Walaupun sebetulnya gak bakalan dipercepat juga sih πŸ˜‘

Ayo, masuk yaa!

Allah dekat, Anggi..

Dia, tidak akan pernah meninggalkanmu.

Dia, dekat.

Yaa..?

Oke..?

Hmm?


Oke, jika kau tetap memaksa mari kita berandai-andai!! Sesuai isi kepalamu!

Coba lihat! Kau bahkan masih hidup di dunia ini, tapi nyatanya kau sudah bergentayangan.

Apa kau pikir jika memang hidupmu sudah berada di ambang batas akhir, kau akan selamat di alam selanjutnya kalau kau tidak mematuhi perintah ibu yang itu sama artinya melanggar perintahNya?

Oh ayolah, Anggi. 

Anak baik..

Hey..

Dengarkan! Maka kau akan kembali bisa melihat.

Cukup dengan mendengarkannya saja!

Kau tidak perlu lagi berargumen yang nyaris serupa dengan debat tanding tiada akhir. Ya.. 

Sebab mereka tidak mengalami apa yang kau alami. Tidak merasakan apa yang kau rasakan. Tidak melihat apa yang kau lihat. 

Hey..

Ingatlah kisah Nabi Musa saat para pembesar Firaun berunding hendak membunuhnya? Saat nabiAllah Musa melarikan diri ke negeri Madyan, bukankah Allah memberi pertolongan yang banyak? Bertemu istri, mertua yang baik, dapat makanan, punya ternak. Paket komplit kan..

Hey..  

Ingatlah juga saat nabi Musa dikejar Firaun? NabiAllah Musa AS tidak pernah tahu bahwa lautan di depannya akan terbelah, yang ia tahu bahwa Allah selalu bersamanya dan pasti akan menolongnya.


Anggi..

Bagaimana jika ini ternyata adalah ujian finalmu? Kau, bisa lari kemana? Bukankah sama saja? Di mana pun kau berada? Nyatanya semua usahamu terhempas begitu saja..

Sia-sia..

Mumpung masih hidup, mau surga kan?

Katanya pengen cantik kalau meninggal?!

Masuk rotasi lagi dan selesaikan yaa

Masih ada waktu, oke?

Orang-orang itu akan tetap mencari celah kesalahanmu. 

Walaupun,

kau, sudah berusaha semaksimal mungkin.

Bahkan ketika kau merasa semua orang masih saja membenci pun menyalahkan mu juga mengutukmu, kau harus tetap ingat bahwa Allah dekat.

Sangat, sangat, sangat dekat dengan mu.

Maafkanlah mereka, ya...



Jangan takut.

Kau, tidak pernah sendirian, Anggi..




Sabtu, 20 Agustus 2022

Pernah

Seorang teman SMA pernah bertanya pada saya, "Apa kau tidak pernah menyukai seseorang?"

Lalu saya jawab, "Jangankan seseorang, saya bahkan menyukai semuanya, oh bukan, bahkan semua teman-teman laki-laki juga perempuan dari SD, SMP, SMA, kuliah, semuanya teman-teman saya, dan saya suka mereka."

Dia mulai kesal, "Ya maksudnya naksir cowok Gi! Ya kali semuanya kamu taksir."

Jujur, saya lupa siapa yang memberi pertanyaan itu. Lucu ya kalau teringat lagi.

Saya juga sering jadi RAM penyimpan data sementara, oleh beberapa teman. Lalu, suatu ketika pernah ada teman perempuan yang bercerita semi curhat kalau dia sedang naksir teman laki-laki yang sekelas dengan saya, lalu entah dari mana kok saya yang jadi bahan gosip mereka. Ini sering terjadi. Amat sangat sering sekali. Saya heran, selalu saja berulang dari zaman SD sampai perguruan tinggi. 

Lalu, ada juga yang hobinya main cekrek-cekrek ngambil foto candid. Lalu dengan santainya ngomong, "Kok kamu beda ya kalo di foto?"

Kemudian saya jawab, "Kenapa memangnya? Kamu mau bilang sy jelek ya kalo udah masuk kamera? Selamat, kamu sudah kena ilusi optik. Sadar atau enggak beberapa kamera hp kan emang sengaja dibuat agar kita terlihat jelek.

Inilah salah satu alasan saya tidak begitu senang memajang foto. Selain karena saya tidak suka bayangan yang terbentuk dari beberapa tipe kamera tertentu, saya lebih suka jadi sosok lelembut yang misterius. Nama saya udah takdirnya terkenal, sering jadi tranding topik paling hits. Jadi, muka saya gak usah ikut-ikutan terkenal. 

Saya memang sering lost kontak tiba-tiba. Lalu muncul tiba-tiba. Sering kali membuat orang-orang khawatir. Tapi, hey.. i am really ok.