Sabtu, 20 Agustus 2022

Pernah

Seorang teman SMA pernah bertanya pada saya, "Apa kau tidak pernah menyukai seseorang?"

Lalu saya jawab, "Jangankan seseorang, saya bahkan menyukai semuanya, oh bukan, bahkan semua teman-teman laki-laki juga perempuan dari SD, SMP, SMA, kuliah, semuanya teman-teman saya, dan saya suka mereka."

Dia mulai kesal, "Ya maksudnya naksir cowok Gi! Ya kali semuanya kamu taksir."

Jujur, saya lupa siapa yang memberi pertanyaan itu. Lucu ya kalau teringat lagi.

Saya juga sering jadi RAM penyimpan data sementara, oleh beberapa teman. Lalu, suatu ketika pernah ada teman perempuan yang bercerita semi curhat kalau dia sedang naksir teman laki-laki yang sekelas dengan saya, lalu entah dari mana kok saya yang jadi bahan gosip mereka. Ini sering terjadi. Amat sangat sering sekali. Saya heran, selalu saja berulang dari zaman SD sampai perguruan tinggi. 

Lalu, ada juga yang hobinya main cekrek-cekrek ngambil foto candid. Lalu dengan santainya ngomong, "Kok kamu beda ya kalo di foto?"

Kemudian saya jawab, "Kenapa memangnya? Kamu mau bilang sy jelek ya kalo udah masuk kamera? Selamat, kamu sudah kena ilusi optik. Sadar atau enggak beberapa kamera hp kan emang sengaja dibuat agar kita terlihat jelek.

Inilah salah satu alasan saya tidak begitu senang memajang foto. Selain karena saya tidak suka bayangan yang terbentuk dari beberapa tipe kamera tertentu, saya lebih suka jadi sosok lelembut yang misterius. Nama saya udah takdirnya terkenal, sering jadi tranding topik paling hits. Jadi, muka saya gak usah ikut-ikutan terkenal. 

Saya memang sering lost kontak tiba-tiba. Lalu muncul tiba-tiba. Sering kali membuat orang-orang khawatir. Tapi, hey.. i am really ok. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar