Anggi, nggak baik berandai-andai. Oke?
Masuk ya?!
Ayolah..
Hey, kau tidak pernah sendirian kan?!
Ini bukan untuk membahagiakan siapa pun.
Tapi untuk bekal dirimu sendiri, di akhirat.
Bukan kah kau ingin cepat pulang pada Allah?
Walaupun sebetulnya gak bakalan dipercepat juga sih π
Ayo, masuk yaa!
Allah dekat, Anggi..
Dia, tidak akan pernah meninggalkanmu.
Dia, dekat.
Yaa..?
Oke..?
Hmm?
Oke, jika kau tetap memaksa mari kita berandai-andai!! Sesuai isi kepalamu!
Coba lihat! Kau bahkan masih hidup di dunia ini, tapi nyatanya kau sudah bergentayangan.
Apa kau pikir jika memang hidupmu sudah berada di ambang batas akhir, kau akan selamat di alam selanjutnya kalau kau tidak mematuhi perintah ibu yang itu sama artinya melanggar perintahNya?
Oh ayolah, Anggi.
Anak baik..
Hey..
Dengarkan! Maka kau akan kembali bisa melihat.
Cukup dengan mendengarkannya saja!
Kau tidak perlu lagi berargumen yang nyaris serupa dengan debat tanding tiada akhir. Ya..
Sebab mereka tidak mengalami apa yang kau alami. Tidak merasakan apa yang kau rasakan. Tidak melihat apa yang kau lihat.
Hey..
Ingatlah kisah Nabi Musa saat para pembesar Firaun berunding hendak membunuhnya? Saat nabiAllah Musa melarikan diri ke negeri Madyan, bukankah Allah memberi pertolongan yang banyak? Bertemu istri, mertua yang baik, dapat makanan, punya ternak. Paket komplit kan..
Hey..
Ingatlah juga saat nabi Musa dikejar Firaun? NabiAllah Musa AS tidak pernah tahu bahwa lautan di depannya akan terbelah, yang ia tahu bahwa Allah selalu bersamanya dan pasti akan menolongnya.
Anggi..
Bagaimana jika ini ternyata adalah ujian finalmu? Kau, bisa lari kemana? Bukankah sama saja? Di mana pun kau berada? Nyatanya semua usahamu terhempas begitu saja..
Sia-sia..
Mumpung masih hidup, mau surga kan?
Katanya pengen cantik kalau meninggal?!
Masuk rotasi lagi dan selesaikan yaa
Masih ada waktu, oke?
Orang-orang itu akan tetap mencari celah kesalahanmu.
Walaupun,
kau, sudah berusaha semaksimal mungkin.
Bahkan ketika kau merasa semua orang masih saja membenci pun menyalahkan mu juga mengutukmu, kau harus tetap ingat bahwa Allah dekat.
Sangat, sangat, sangat dekat dengan mu.
Maafkanlah mereka, ya...
Jangan takut.
Kau, tidak pernah sendirian, Anggi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar